Upacara Pemberkatan Amulet ini diberkati melalui upacara Maha Putha Phisek (Grand Blessing) yang dipimpin oleh Chao Khun Phra Pariyatwaropakarn (Kepala Biara Wat Nak Klang) bersama jajaran biksu tingkat tinggi (Geji Ajahn) terkemuka di Thailand, termasuk afiliasi doa berkat keberuntungan dari garis silsilah Luang Phor Ruay.
Pada gambar adalah Patung Buddha bentuk ukuran mini yang disebut Luang Phor Kon Samo Maha Lap (sering disebut juga dalam seri Ruay Mahasetthi) yang berasal dari Wat Nak Klang Woraviharn, Bangkok, Thailand.
1. Sejarah Detail Asal Usul Rupang:
Patung Buddha ini memiliki karakteristik Luang Phor Kon Samo, sebuah rupang Buddha suci kuno yang awalnya berasal dari wilayah utara Thailand. Pada masa awal periode Rattanakosin, rupang tersebut dipindahkan dan disemayamkan di Wat Nak Klang Woraviharn (sebuah kuil bersejarah yang terdaftar sebagai situs warisan budaya Thailand). Jubahnya menyerupai gaya Tiongkok dan Tibet, dan rambutnya ditata berbentuk kuncup lotus. Konon, awalnya patung ini berada di Thailand utara dan kemudian dipindahkan ke Bangkok, di mana ia diabadikan sebagai patung Buddha suci di Wat Nak Klang Worawihan hingga saat ini. Dalam satu bentuk, orang percaya bahwa patung Buddha dalam postur memang buah samo ini mewakili Buddha Penyembuh (Vaidurya Prabha Buddha). Dia bersumpah untuk menghilangkan penderitaan semua makhluk, tidak peduli bentuk maupun siapa mereka apapun penyakitnya. Orang percaya bahwa selama mereka menyembahnya, mereka tidak akan sakit, dan bahkan jika mereka sakit, mereka akan segera pulih lebih cepat.
Representasi Obat: Bentuk visual dari patung ini diyakini merepresentasikan Bhaisajyaguru (Medicine Buddha / Buddha Pengobatan) dalam tradisi Mahayana/Vajrayana, yang di dalam tradisi Thailand diadaptasi menjadi postur memegang buah buah samer (Mirobalan).
Upacara Pemberkatan: Amulet ini diberkati melalui upacara Maha Putha Phisek (Grand Blessing) yang dipimpin oleh Chao Khun Phra Pariyatwaropakarn (Kepala Biara Wat Nak Klang) bersama jajaran biksu tingkat tinggi (Geji Ajahn) terkemuka di Thailand, termasuk afiliasi doa berkat keberuntungan dari garis silsilah Luang Phor Ruay.
2. Makna dan Postur (Mudra) Pang Chan Samo (Postur Memegang Buah Samer): Buddha digambarkan duduk dalam posisi meditasi (Vajrasana), di mana tangan kirinya terbuka menghadap ke atas di atas pangkuan sambil memegang buah samer (Chesnut/Mirobalan). Menurut kisah Buddhis, buah ini adalah obat herbal utama yang diizinkan dikonsumsi biksu kapan saja karena khasiat penyembuhannya yang luar biasa. Buah Samo (Samo Thai) Nama Ilmiah & Keluarga: Terminalia chebula, bagian dari keluarga Combretaceae (satu keluarga dengan pohon ketapang). Nama Inggris: Disebut sebagai Chebulic Myrobalan atau Haritaki. buah ini dijuluki sebagai "King of Medicine" (Raja Obat) karena khasiatnya yang sangat kuat untuk detoksifikasi, mengobati pencernaan, batuk, dan meningkatkan imunitas.
Makna Perlindungan: Memiliki makna spiritual untuk menghalau segala penyakit fisik dan mental, memberikan kesembuhan yang cepat bagi yang sakit, serta menjaga kesehatan.Maha Lap & Ruay (Kekayaan): Sesuai tulisan aksara Thai di bagian bawah tatakan (หลวงพ่อโคนสมอมหาลาภ - Luang Phor Kon Samo Maha Lap), amulet ini melambangkan keberuntungan besar, kemakmuran finansial (rezeki), kelancaran bisnis, dan daya tarik belas kasih (Metta Mahaniyom).
3. Bahan Pembuatan Patung Amulet mini ini dibuat menggunakan metode peleburan logam suci tradisional (Lo-ha):Logam Kuno (Nava Lo-ha / Mixed Alloy): Menggunakan campuran logam perunggu, tembaga, dan kuningan kuno yang dilebur bersama lembaran plat yantra suci. Lapisan Akhir (Finishing): Permukaannya diberikan lapisan hitam pekat (Black Oxide atau Nawa Dam) guna memberikan proteksi anti karat sekaligus memunculkan kesan antik yang sakral.
Khata Mantra
Sebelum membaca mantra spesifik, selalu awali dengan memberikan penghormatan kepada Sang Buddha sebanyak 3 kali:
"Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa" (3x)
Setelah itu, lanjutkan dengan membaca Khata Maha Lap (Mantra Keberuntungan & Rezeki) berikut untuk mengaktifkan energi amulet:
"Chantalo Ma Ha La Bha, Ba Pi San No, La Bhe Sawa Ha, Na Ma Pha Tha" (3x atau 9x)
*Catatan: Saat membaca mantra, pegang amulet di antara kedua telapak tangan yang mengatup di depan dada (posisi Anjali), fokuskan pikiran pada kesehatan dan kelancaran rezeki.
Penempatan amulet ini sangat cocok ditempatkan di tempat sembahyang, ruangan orang sakit / letakan area dekat tempat orang sakit sangat bagus untuk menarik energi positif untuk kesembuhan lebih cepat, sebagai media untuk membuat air suci untuk penyembuhan maupun cleansing dengan cara direndam pada air didalam wadah, tempat ritual, ruang meditasi, ruang sembahyang apapun, dashboard mobil pribadi anda untuk keselamatan dalam perjalanan dan ruang kantor pribadi.