Kruba Wang, Wat Ban Den.
osok wanita yang duduk dengan kaki terbuka atau ditekuk (Mae Po / Mae Per), yang sangat umum dalam tradisi esoteris Thailand Utara dan Khmer.
Ruplor ini menampilkan bagian depan tanda Yantra suci tradisional di seluruh tubuh/perut bagian bawah, serta lambang kalajengking (Maeng Pong) kecil di area dada/bahu, yang sering ditambahkan pada jimat Thailand untuk membantu "mencengkeram" atau mengikat kekayaan, pelanggan, dan peluang bisnis.
Tampak Belakang menampilkan Yantra Belah Ketupat (Yant Sii Liam): Tepat di bagian punggung terdapat ukiran Yantra berbentuk belah ketupat yang berisi aksara suci (biasanya merupakan aksara Khom lama atau Lanna). Yant di area punggung ini umumnya berfungsi sebagai perlindungan (Klaew Klaad / Kong Grapan) untuk melindungi pemiliknya dari niat buruk, bahaya fisik, atau serangan ilmu hitam dari belakang.
Yantra Melingkar pada Pinggul: Di kedua sisi bokong terdapat rajahan spiral melingkar (Yant Unalome versi esoteris). Dalam jimat berjenis Mae Per, simbol penekanan pada area pinggul dan tubuh bagian bawah ini ditujukan secara khusus untuk memperkuat daya pikat, sensualitas, dan pesona (Maha Sanaeh).
Kegunaan Amulet Ini Dalam tradisi magis Lanna dan Khmer, sosok Mae Per melambangkan pengorbanan serta energi kewanitaan yang sangat kuat. Kegunaan utamanya meliputi:
Perpaduan wujud Mae Per dan lambang kalajengking (Maeng Pong) berfungsi sebagai magnet rezeki yang kuat. Sangat cocok untuk Anda yang berjualan (baik toko fisik maupun online), sales marketing, atau pelaku bisnis yang sering bernegosiasi. Jimat ini dipercaya membantu "mencengkeram" pelanggan agar tidak berpaling ke kompetitor dan membuat dagangan lebih laris.
Khata Mantra untuk Mengaktifkannya.
"Om Ee Per Mae Per, Metta Choke Lap, Maha Sanaeh, Ehi Jittang Piya Ma Ma"
(Artinya secara spiritual: Oh Ibu Per yang penuh keberuntungan dan daya pikat, datanglah dan bawalah kasih sayang serta hati orang-orang kepadaku).