Wat Song Sawoei.
Legenda Ai Som Chun
Menurut catatan kuil setempat dan catatan sejarah dari Wat Song Sawoei , Ai Som Chun adalah seorang anak laki-laki sungguhan yang hidup pada era Luang Pu Kloy, kepala biara pertama kuil tersebut. Kehidupan sebagai Anak Kuil Ia adalah seorang yatim piatu yang dibesarkan atas belas kasihan Luang Pu Kloy, yang mengajarinya berbagai seni dan mata pelajaran spiritual. Som Chun adalah anak yang nakal dan ceria, dikenal karena penampilannya yang unik tidak seperti anak kuil lainnya di zamannya, ia mengikat rambutnya menjadi dua sanggul di atas kepala dan menyukai pakaian tradisional berwarna merah. Kecelakaan Tragis Sekitar tahun 1910 (BE 2453), saat bermain di dekat sungai Tha Chin, ia mengalami kram kaki yang parah. Ia berteriak meminta bantuan, tetapi teman-teman bermainnya salah mengira ia sedang bercanda dan mengabaikannya, yang menyebabkan ia tenggelam pada usia 10 tahun.Setelah kematiannya, para biksu yang baru ditahbiskan di kuil tersebut sering menyaksikan arwahnya muncul untuk meminta makanan ringan, bermain-main, atau dengan bercanda menarik-narik jubah mereka. Menyadari bahwa arwahnya tidak pernah pergi, kuil tersebut membangun sebuah kuil khusus untuknya. Ia berbeda dari arwah Kuman Thong pada umumnya karena ia dianggap sebagai arwah penjaga kuil yang dihormati dan mandiri, bukan entitas yang terikat.
Dalam kepercayaan rakyat Thailand, ia dipuja sebagai roh pelindung yang membawa kekayaan, keberuntungan, dan kemakmuran bisnis . Para pemuja sering mengunjungi kuilnya untuk berdoa agar mendapatkan nomor lotre atau meminta agar keinginan mereka dikabulkan dengan membisikkan permintaan langsung ke telinga patung tersebut.
Cara Memberi Persembahan & Mengucapkan Harapan
Para pemuja mengunjungi kuilnya di Wat Song Sawoei atau menggunakan jimat berupa gambar berbingkai di rumah untuk berdoa memohon keberuntungan, kekayaan, atau kesuksesan tertentu.
Protokol Permintaan: Praktik tradisional melibatkan mendekati patung dan membisikkan permintaan yang tepat langsung ke telinga patung . Sebatang dupa dinyalakan untuk mengukuhkan keinginan tersebut.
Persembahan yang Disukai Karena ia tetaplah roh anak kecil, secara tradisional ia dipersembahkan barang-barang yang akan disukai oleh anak laki-laki muda dari era tersebut:
​Jadwal Persembahan: Anda tidak perlu memberi makanan setiap hari. Waktu paling umum adalah setiap hari Kamis (hari guru/spiritual dalam budaya Thai), atau setiap tanggal 1 dan 16 setiap bulan (hari pengundian lotere di Thailand).
Khata mantra doa kepada ai somchun :
Namo Tassa bhagavato arahato samma sambuddhassa 3x
"Iti Iti Kumara Somchun Chamaha Thero Labha Labha Bhavantume"
Bisikkan Keinginan: Katakan permintaan Anda dengan spesifik dan gunakan bahasa yang sopan namun akrab (seperti berbicara kepada adik atau anak sendiri).
Contoh: "Ai Som Chun, hari ini bantu toko saya agar laris manis dan dapat omset sekian ya. Nanti kalau menembus target, saya belikan mainan baru."
**NB: harga sudah termasuk free ongkir + free packing kayu.